Make your own free website on Tripod.com

Logo SMA Katolik GIOVANNI Kupang 

 Sejarah

 
Home Up Hubungi Kami Web Giovanni Pencarian

Home
Up

 Sejarah Sekolah

  • Pendiri dan Riwayat singkat GIOVANNI

     Pendiri dan Riwayat  singkat Giovanni.

 Tahun 1962 ketika usia republic Indonesia masih tergolong muda belia, yakni 17 tahun dan usia propinsi Nusa Tenggara Timur masih tergolong balita yakni  4 tahun, maka pada tanggal,  8  september  bertepatan dengan pesta kelahiran santa Perawan Maria  lahir pula sebuah lembaga pendidikan katolik di ibu kota propinsi NTT, dengan nama : “ SEKOLAH MENENGAH  ATAS KATOLIK GIOVANNI KUPANG’  sebuah nama yang sejak awal kelahirannya asing bagi masyarakat  NTT umumnya dan masyarakat kota kupang khususnya karena tenggelem dalam kebesaran nama SMA Katolik Syuradikara Ende- Flores dan SMA katolik  Surya Atambua – Timor yang telah terebentuk sebelumnya.

Namun semua dampak psikologis  tersebut tidak menyurutkan semangat optimisme dan prisnsip hiudp yang terggelora dan membara di dalam dada sang pendiri : Pater Adrianus Conterius SVD ( almarhum ) untuk bergeming apalagi mundur dengan motivasi dasrnya yang sangat sederhana yakni “ Pengabdian – Pelayanan – Kasih” dengan wujudnya adalah meyelamatkan  putra – putrid NTT pada umumnya dan putra-putri Timor khususnya lewat jalur pendidikan sehingga kelak mereka mampu menolong diri sendiri, sesame dan bangsanya jadi hakekat kelahiran Giovanni adalah kepribadian pada kaum lemah dan kaum pinggiran sesuai  visi dan misi pendidikan katolik.

Pater Adrianus Conterius, SVD  ( almarhum ) adalah sosok yang pada zamannya memiliki militansi perjuangan yang luar biasa, karena beliau merupakan tokoh inspirator, motivasi, animator dan bukan beliau semasa menjadi anggota  DPRGR – RI adalah seorang politikus sejati, disamping tugas pokoknya sebagai seorang Imam ( Pastor ).

Atas dasar pengalaman dan wawasan paripurna inilah beliau merintis  SMA Katolik Giovanni Kupang dengan pengajar tetap hanya  2 orang pada tahun pertama dan pengajar lainnya sebagai tenaga honorer diambil dari SMA  negeri terdekat. Kedua tenaga guru tetap pada awal berdirinya  SMA Katolik Giovanni Kupang adalah : Bapak Linus Loloh ( almarhum )  sosok seorang pekerja keras, ulet dan tekun hingga alhir hayatnya demi Giovanni tercinta, selanjutnya adalah Bapak Marselinus Celly yang mulanya adalah guru pada SMA  Syuradikara Ende – Flores namun  atas permintaan Pater Adrianus  Conterius maka akhirnya beliau rela meninggalkan kota Ende untuk selanjutnya mendarmah baktikan diri sepenuhnya pada SMA Katolik Giovani Kupang hingga masa purna tugas.

Sebuah pernyataan klasik yang sering dipertanyakan dalam kalangan masyarakat luas, Mengapa  SMU ini desbut  SMU Katolik “ Giovanni “ ? Nama Giovanni sesungguhnya diambil dari nama asli Paus  Paulus  VI, yakni “ Kardinal Giovanni Montini”, Kardinal yang diangkat menjadi Paus  pada tahun 1962   bersamaan dengan lahirnya SMU Katolik Giovanni  sehingga nama Kardinal Giovanni Montini langsung diambil menjadi pelindung  SMU  Katolik  Giovanni Kupang

Penyelenggara SMU Katolik Giovanni pada awal berdirinya ditangani oleh YASUKTI (  Yayasan  Umat  Katolik  Timor ) sebuah Yayasan pendidikan dibawah asuhan Keuskupan Atambua – Timor, dan Kepala Sekolah pertama adalah  Pater Adrianus  Conterius dari  tahun  1962 – 1967. pada tahun  1967, pater Adrianus Conterius dialih tugaskan ke Atambua – Timur bersamaan dengan terbentuknya Diosis Kupang. Dengan dialihtugaskan Pater  Adrianus  Conterius, maka Kepala  SMA  Katolik  Giovanni dijabat oleh Pater  Blasius  Fernandez, SVD dari  tahun  1967 – 1972.

Pada tahun  1967  terbentuk Keuskupan  Kupang dan selanjutnya  dibentuk Yayasan Swasti sari Kupang untuk menangani sekolah-sekolah Katolik dilingkungan Keuskupan Kupang dengan ketuanya  Bapak  Uskup  Kupang  :  Mgr. Gregorius  Matero, SVD ( alm ). Dengan terbentuknya Yayasan Swasti Sari  Kupang maka dengan sendirinya pengolahan pendidikan SMA  katolik Giovanni Kupang dialihkan dari YASUKTI  kepada YASWARI.

Sejak Yayasan Swasti Sari terbentuk perkembangannya sangat pesat sehingga mengalami pemekaran dengan demikian hingga saat ini Yaswari memiliki 3 cabang yakni :

·  Yayasan  Swasti sari  cabang  Kupang

·  Yayasan  Swasti sari  cabang  Soe

·  Yayasan  Swasti sari  cabang  Alor

Ketiga cabang Yayasan baik  Alor, Soe maupun Kupang diketuai oleh  :  Suster Hilda Gardis Ida  Hayon, CB, SE, sedangkan Yayasan Swasti Sari pusat  langsung diketuai oleh Yang Mulia  Bapak  Uskup  Agung  Kupang  :  Mgr. Petrus  Turang, Pr sebagai pemilik Yayasan  Swasti sari.

Beberapa  kepala sekolah yang pernah meminpin / sementara meminpin SMU Katolik Giovanni  Kupang pasca Pater Blasius  Fernandez, SVD adalah  sebagai berikut :

·  Tahun  1972 – 1973 dipimpin oleh Pater Andreas  Matutina, SVD ( kini Kepala Sekolah SMU  Katolik Sapentia  Kupang

·  Tahun  1973  - 1986,  dipimpin oleh  Bapak  Marselinus  Celly ( Kini Kepala sekolah  SMU  Katolik  Sapientia  Kupang )

·  Tahun  1986  sampai  dengan  dipimpin oleh  :  Drs. Fr. M. Sarto, BHK.

 

SMU  katolik  Disamakan  Giovanni  Kupang sebagai lembaga pendidikan swasta dalam kiprahnya selain mengembara visi dan misi pendidikan katolik tetapi tetap dalam konteks upaya mencerdaskan kehidupan bangsa secara makro sehingga sejak didirikan hingga saat ini telah mengikuti berbagai jenjang akreditasi dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai berikut :

-       Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 018/C/Kep/I/83 tentang syarat dan tata cara pendirian Sekolah Swasta ; tanggal 7 Juli 1983; diputuskan bahwa SMA Katolik Giovanni Kupang ditetapkan sebagai SMA Swasta dengan status “TERDAFTAR”

-      Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 007/C/Kep/I/85 tentang Jenjang Akreditas bagi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ; tanggal 6 Pebruari 1985; diputuskan bahwa SMA Katolik Giovanni Kupang ditetapkan sebagai SMA Swasta dengan status “DIAKUI”

-      Selanjutnya melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT No. 7572/I.21/I/92; tentang Penetapan/Penunjukan Sekolah-sekolah :SD,SMP dan SMA Model di 12 Kabupaten se-NTT tahun 1992/1993; tanggal 17 Oktober 1992; diputuskan bahwa SMA Katolik Giovanni Kupang ditetapkan sebagai “Sekolah Model” di Propinsi NTT.

-      Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 024/C/Kep/I/95; tanggal 22 Maret 1995 tentang Jenjang Akreditas bagi Sekolah Lanjutan Atas Swasta; diputuskan bahwa SMA Katolik Giovanni Kupang ditetapkan sebagai SMA Swasta yang berhak memiliki status “DIAKUI” dengan nilai 92 dari nilai tertinggi 100 yang disyaratkan oleh panitia Akreditas sehingga dari 10 SMA Swasta di NTT yang akreditasnya pada tahun 1995, SMA Katolik Giovanni Kupang merupakan SMA Swasta yang tertinggi nilainya pada akreditas periode tersebut.

 

  • Orang - orang Sukses
 

 

Waktu dan zaman berubah manusiapun berubah di dalamnya. Oleh karena itu, walaupun 37 tahun yang lalu SMU Katolik Giovanni Kupang beratapkan daun gewang, berdindingkan bebak dan beralaskan lantai kasar, namun kini SMU Katolik Giovanni boleh senyum, boleh banggan karena dari kandungannya telah terlahir putera-puteri terbaik di daerah ini, antara lain :

-         Prof. DR. Agus Benu, MS (Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang)

-         DR. Devi Duadja (Dosen Universitas Nusa Cendana Kupang)

-         Edward Angstrong (Dosen San Diego University AS)

-         Sherly Yapeiter, SE (Wisudawati berpredikat Cum Laude pada Universitas Surabaya, tanggal 13 Juni 1998).

 Dan sederetan panjang nama-nama yang tidak dapat disebutkan satu persatu namun yang pasti bahwa mereka telah memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan bangsanya lewat pengabdian di bidangnya masing-masing.

 

  • Logo Giovanni

Unsir-unsurnya :

 1.   Buku

      Sebagai sombol ilmu pengetahuan yang merupakan dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Didalam buku terdapat motto “HIT UK HINEK BEIK MATANIK”.

      Motto ini merupakan refleksi filosofis dari Sastra Bahasa Dawan (Timor) yang diambil dari kata-kata :

      Hit             =         Kita

      Uk             =         Pokok, pohon, sumber

      Hinek         =         Pengetahuan, Kecerdasan

      Beik           =         Kemampuan

      Matanik     =         Kekuatan

      Apabila diterjemahkan secara bebas, maka mengandung makna sebagai berikut ;

      “Bahwa buku merupakan sumber ilmu pengetahuan yang mendatangkan kecerdasan, kemampuan dan kekuatan bagi kita”.

      Motto SMUK Giovanni ini merupakan hasil ide bersama antara Bapak Drs. Martinus Sasidan Bapak Drs. Antou Timo atas permintaan Kepala Sekolah Drs. Fr. M. Sarto, BHK.

 2.   Burung Merpati

      Sebagai simbol Roh Kudus yang diyakini dalam ajaran Kristiani sebagai pemberi kemampuan kekuatan bagi manusia dalam mengerjakan dan melaksanakan berbagai tugas karya perutusan setiap hari.

 3.   Tujuh pancaran Cahaya

      Sebagai simbol 7 (tujuh)  Karunia Roh Kudus

 4.   Segi Lima

      Sebagai simbol dasar negara yaitu Pancasila.

 5.   Pita Merah Putih

      Sebagai simbol Bendera Merah Putih.

 6.   Warna Dasar Kuning Keemasan

      Sebagi simbol warna Kepausan

 7.   Lingkaran Bunga Teratai Yang Bergerigi Tak Berujung

            Sebagai simbol disiplin dan semangat juang yang tak kenal akhir.

 


 

Home ] Up ]

Send mail to giovannimaster@plasa.com with questions or comments about this web site.
Copyright © 2005 SMA Katolik GIOVANNI
Last modified: 08/24/05